Sabtu, 6 Jun 2020

YUSUF SURYANEGARA SENTIASA INGAT PESAN ORANG TUA

Tags

YUSUF SURYANEGARA SENTIASA INGAT PESAN ORANG TUA
-dulu bercita-cita menjadi penulis fiksyen, kini menjadi seorang diplomat

“HIDUP secara jujur dan berusaha menjadi orang baik, kerana dengan menjadi orang jujur dan baik maka hidup menjadi tenteram”. Ke manapun beliau pergi, pesan dan nasihat orang tuanya sentiasa diingati dan jadi panduan bagi dirinya. Sebagai diplomat, beliau pernah ditugaskan di Chicago Amerika Syarikat, Jeddah Arab Saudi, Doha Qatar sebelum ditugaskan sebagai konsul di Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kota Kinabalu mulai Februari 2019. “Waktu muda saya bercita-cita menjadi seorang penulis fiksyen,Namun ternyata saya menyadari saya tidak memiliki bakat menulis,” katanya . Saya tidak pernah menyangka menjadi seorang diplomat, katanya kepada Utusan Borneo.



YUSUF SURYANEGARA dilahirkan di Purwokerto,  sebuah kota kecil di Jawa Tengah pada 7 April 1966.  Beliau adalah anak bungsu dari 3 bersaudara. Beliau mendapat pendidikan awal hingga peringkat universiti di kota kelahirannya. Selepas lulus di Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto  bulan Jun tahun 1991,beliau memulakan karier diplomatik pada tahun 1992.

Sebelum ini, beliau pernah  ditugaskan di Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Chicago, USA sampai tahun 2001. Selanjutnya ditugaskan di  Konsulat  Jenderal RI di Jeddah Saudi Arabia pada tahun 2004-2008, dan kemudian ditugaskan di Kedutaan Besar RI di Doha Qatar pada tahun 2012-2016 dan kini ditugaskan di Konsulat Jenderal Republik Indonesia Kota Kinabalu sejak 1 Februari 2019.Beliau mendirikan rumahtangga dengan Iswanti dan dikurniakan dua cahayamata iaitu Iliana Rahmahani Suryanegara dan Evelyn Damayanti Suryanegara.






BERSAMA KELUARGA…Yusuf bersama isteri dan anak tercinta

Wartawan UTUSAN BORNEO, ABD NADDIN HAJI SHAIDDIN berpeluang mewawancara Pak Yusuf Suryanegara melalui aplikasi whatsApp di Kota Kinabalu. Ikuti petikan wawancara berkaitan pengalaman beliau bertugas di luar negara, pengalaman ketika mula bertugas di Kota Kinabalu dan sebagainya.



UTUSAN BORNEO: Boleh ceritakan sedikit latarbelakang bapak? Tempat dan tanggal lahir? Anak ke berapa dalam keluarga?

YUSUF SURYANEGARA: Saya lahir di sebuah kota kecil di Jawa Tengah yang bernama Purwokerto pada tanggal 7 April 1966. Saya anak bungsu dari 3 bersaudara. Ayah saya, Hadjid Zuhdi  dan ibu saya, Sri Sugiyarti adalah  seorang guru.

UB: Dimana bapak mendapat pendidikan awal? Pendidikan menengah?
PAK YUSUF: Saya menyelesaikan pendidikan dari sekolah dasar sampai dengan universiti di kota Purwokerto.

UB: Selepas itu dimana  bapak melanjutkan kuliah?
PAK YUSUFSaya menempuh perkuliahan di Universitas  Jenderal Soedirman Purwokerto dan lulus pada bulan Jun tahun 1991.

UB: Sejak bila bapak memasuki perkhidmatan diplomatik?
PAK YUSUF:Saya mulai berkhidmat dalam perkhidmatan diplomatik pada tahun 1992.

UB: Dimana bapak ditugaskan buat kali pertama?
PAK YUSUF: Penugasan kali pertama ialah pada awal tahun 1997  di Konsulat Jenderal RI di Chicago, USA sampai tahun 2001. Selanjutnya saya ditugaskan di  Konsulat  Jenderal RI di Jeddah Saudi Arabia pada tahun 2004-2008, dan ditugaskan di Kedutaan Besar RI di Doha Qatar pada tahun 2012-2016 dan sekarang ditugaskan di Konsulat Jenderal Republik Indonesia Kota Kinabalu sejak 1 Februari 2019 sampai sekarang.


BERSAMA MENLU…Foto bersama Menteri Luar Indonesia, Ibu Retno Marsudi di Kementerian luar negeri



BERSAMA RAKAN SEJAWAT…Rapat kordinasi kekonsuleran di Abu Dhabi



BERSAMA SAHABAT…Bersama sahabat di Kementerian Luar Negeri

UB: Boleh ceritakan pengalaman menarik ketika bertugas di Chicago?

PAK YUSUF:  Hal menarik yang saya alami saat bertugas di Chicago, Illinois adalah ketika pada tahun 1998 lndonesia mengalami krisis moneter sehingga harus me lay off 50% local staff dan mengurangi jumlah diplomat yang bertugas, sehingga tugas-tugas yang dilaksanakan harus merangkap sebagai petugas protokol, petugas pengamanan dan urusan administrasi.

UB: Penugasan di Kota Kinabalu kali yang ke berapa dalam karier bapak sebagai diplomat?
PAK YUSUF: Penempatan di KJRI Kota Kinabalu adalah penempatan yang ke 4.

UB: Apa pandangan bapak terhadap Sabah?
PAK YUSUF: Sabah sebuah negeri yang sangat indah, perekonomian khususnya sektor eko pelancongannya  (ecotourism) cukup maju dan masyarakatnya sangat ramah.


UB: Mungkin perkara yang menarik sepanjang bertugas di Sabah?
PAK YUSUF: Hal menarik selama bertugas di Sabah adalah jumlah masyarakat lndonesia yang cukup banyak, iaitu sekitar 163,000 orang yang harus dilayani dengan baik,  yang memerlukan pembaharuan pasport serta dokumen keimigrasian dan kekonsuleran lainnya.
Selain itu, para pejabat (pegawai) di Sabah juga sangat kooperatif baik dalam upaya memajukan hubungan kedua dua negara, maupun dalam penyelesaian urusan ketenagakerjaan, keimigrasian dan kekonsuleran



BERSAMA PEGUAM NEGERI….Bersama Peguam Besar Negeri Sabah,Datuk Hajah Zaleha Rose Datuk Haji Pandin dan Konsul Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kota Kinabalu, Krishna Djelani.

UB: Ada kendala atau masalah dari segi bahasa?
PAK YUSUF: Tidak ada masalah dari segi bahasa kerana bahasa lndonesia dan bahasa Melayu adalah sama dan serumpun.

UB: Apa hobi bapak di masa terluang?
PAK YUSUF: Waktu luang saya suka memancing dan memelihara ikan hias di rumah.

UB: Siapa yang paling berpengaruh dalam hidup bapak?
PAK YUSUF: Orang yang paling berpengaruh dalam hidup saya adalah lbu dan ayah saya yang selalu menasihatkan agar hidup secara jujur dan berusaha menjadi orang baik, kerana dengan menjadi orang jujur dan baik maka hidup menjadi tenteram.

UB: Apa cita-cita bapak sewaktu kecil? Pernah terfikir jadi seorang diplomat?
PAK YUSUF: Waktu muda saya bercita cita menjadi seorang penulis cerita fiksi, namun ternyata saya menyadari saya tidak memiliki bakat menulis.

UB: Apa prinsip hidup bapak?
PAK YUSUF: Prinsip hidup saya adalah jujur dan berusaha menjadi orang yang lebih baik.

UB: Mungkin ada pengalaman pahit manis sepanjang bertugas di luar negeri?
PAK YUSUF: Antara pengalaman manis selama bertugas di luar negeri. Ketika Di Chicago, saya pernah mempersiapkan kunjungan Presiden Gus Dur ke Ozark College, sewaktu di Jeddah pula, saya pernah mempersiapkan kunjungan  Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melaksanakan ibadah Umrah, pernah mendampingi Bapak BJ Habibie mengerjakan Umrah dan mempersiapkan kunjungan Ibu Megawati  menunaikan ibadah Umrah. dan sewaktu di Kedutaan Besar RI di Doha, saya mempersiapkan Kunjungan Kenegaraan Presiden Joko Widodo ke Qatar.


DI QATAR…Ketika menyambut ketibaan Presiden Jokowi dalam kunjungannya ke Doha, Qatar


Pengalaman sedihnya sewaktu saya bertugas di Kedutaan Besar RI di Doha, pada saat ayah dan ibu saya wafat, namun saya tidak dapat kembali ke lndonesia kerana sedang bertugas.

UB: Ayah dan ibu meninggal sakit apa? Berapa umur ?
PAK YUSUF: Ayah dan ibu meninggal kerana berumur. Ayah meninggal berumur 88 tahun dan ibu meninggal berumur 84 tahun

UB:  Siapa tokoh tokoh nasional dari Purwokerto pak?
PAK YUSUF: Antaranya  Jenderal Soedirman tokoh pejuang Kemerdekaan lndonesia. Itulah sebabnya menjadi nama universiti di Purwokerto.

 UB: Oh ya? Siapa idola bapak ya?
PAK YUSUF: Gus Dur.... beliau bisa mempersatukan dari berbagai golongan dan agama

UB:  Apa makanan kegemaran bapak?
PAK YUSUF: Saya penggemar sayur lodeh dan sambal terasi.

UB:  Terima kasih banyak pak. Moga bermanfaat.
PAK YUSUF:  Terima kasih atas budi baik Bapak. Semoga Allah Ta'ala memberkahi Bapak 

TERSIAR DI SURATKHABAR UTUSAN BORNEO SABAH MALAYSIA 06 JUN 2020



Artikel Terkait